Baca Cerita Sex - Ngentot Dengan Pembantu Omku Yang Seksi

Pengalaman Ngentot Dengan Pembantu Omku

Cerita Sex Dewasa Dengan Pembantu Seksi
Aku ingin menceritakan kisah seks ku yang kudapat saat tinggal di rumah om dan tante aku yang mempunyai dua anak laki-laki yang masih sekolah di sekolah dasar. Om aku mempunyai asisten rumah tangga (pembantu), bernama Tantri dari kota B yang berumur lebih tua 3 tahun dari aku, yaitu 23 tahun. Tubuhnya putih bersih, tinggi 160-an dengan rambut lurus dan ukuran payudara kira-kira 34B. Untuk wajahnya, dapat dikatakan manis, apalagi bila ia sedang tersenyum. Aku pun sempat berpikir yang tidak-tidak.
Karena waktu itu aku baru tiba, aku sedang sibuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Sampai memasuki bulan keempat, aku mulai terusik dengan cara Tantri berpakaian yang lebih cenderung pakaian tersebut dipakai saat tidur.
Bayangkan, ketika aku pulang kuliah siang hari dia hanya memakai daster yang pendek sekali dan karena daster tersebut berwarna terang, maka bra dan celana dalamnya terlihat dengan jelas membayang. Pikiran aku waktu itu, wah, pembantu ini sepertinya memancing sesuatu? namun karena aku belum berani, maka saat nonton televisi bersama dia (sambil menyuapi anak-anak om aku yang masih SD) aku sering mencuri lihat ke bagian dalam pahanya yang putih mulus karena dia duduk bersila di lantai.
Om dan tante aku adalah pegawai di sebuah perusahaan dan kantor pemerintah, jadi sehari-harinya selalu sibuk, ditambah banyaknya akitivitas lain yang mereka kerjakan. Sehingga terkadang rumah om aku selalu kosong dari pagi hingga malam sekitar pukul 07.00, paling yang ada di rumah hanya si Tantri dan keponakanku yang kecil-kecil.
Suatu saat, siang hari, aku yang sedang membayangkan bagaimana cara meniduri si Tantri, tiba-tiba mendengar Tantri menutup pintu kamar mandi di belakang. Karena pegangan pintu kamar mandi tersebut rusak dan sedikit berlubang di pegangan kuncinya, maka aku punya pikiran iseng untuk mengintipnya.
Saat mengendap dan membungkukkan badan mengintip, aku melihat pemandangan menakjubkan. Tantri sedang mengguyur tubuh molek nan putih miliknya. Seketika aku menjadi terangsang hebat. Payudaranya yang lumayan besar itu masih montok sekali dan siap diremas. Juga bulu-bulu yang tumbuh di selangkangannya nampak rapi dan bagus. Kontol aku yang sudah menegang sepertinya tidak lagi bisa diajak kompromi. Aku harus menidurinya sekarang, atau tidak sama sekali. Begitu pikiran aku saat itu.
Karena hari itu masih siang dan adik-adik sepupuku sedang main di rumah tetangga yang lumayan jauh, maka aku langsung bergegas menutup pintu samping, depan dan belakang lalu menguncinya. Kemudian aku masuk ke kamar si Tantri untuk menanggalkan celana pendek aku dan membiarkan kontol aku mengacung-ngacung tegang.
Begitu selesai mandi, aku mendengar langkah Tantri mendekat. Aku tahu, Tantri kalau sehabis mandi pasti hanya membaluti tubuhnya dengan handuk, makanya aku menunggu di balik pintu kamarnya untuk menyergapnya.
Saat Tantri masuk, aku langsung memeluk dan menciumi bibirnya, supaya ia tidak teriak?
?Mas, ssshhhhh??mmmpppphhhh..? Tantri melenguh ketika aku menyumpal mulutnya dengan bibir aku tanpa memberi kesempatan dia untuk berteriak atau tindakan lain yang bisa membahayakan aku.
Tantri berontak, namun sepertinya dia juga menginginkannya. Aku berpikir sesaat, ini memang saatnya.
Dengan tangan kiri aku tetap memeluk dia, namun tangan kanan aku mulai mempeloroti handuknya dan terbukalah semuanya? Setelah itu aku remas pelan, supaya tidak terlihat diperkosa, tetek-nya yang ranum dan putih itu.

Puting Pembantu Seksi Omku
Sambil memainkan putingnya perlahan.?nnnggghhh? uuugghhh,,,? Tantri masih melenguh namun masih berusaha melepaskan diri dari pelukan aku. Karena aku merasa belum berhasil membuat dia menikmatinya, aku menurunkan tangan kanan aku untuk menyibak jembutnya yang rapi itu dan mulai memainkan jari tengah aku di bibir memek-nya.
Ternyata memang berhasil, Tantri mau saja ketika aku menggiringnya ke tempat tidurnya dan mulai membalas pelukan aku. Sementara jari aku memainkan memek-nya, bibir aku mulai menciumi leher, dada, kuping dan tetek-nya yang seksi itu. Putingnya yang berwarna kecoklatan mulai menegang, aku mengulumnya dengan lembut sambil memainkan lidah dengan mengitari lingkaran puting yang indah itu.
?uuuhhhh? mas? sssshhhtttt??
Kemudian tangan kiri aku menarik pelan tangannya untuk memegang kontol aku yang sudah mengeras dan membesar dari tadi. Tantri tampaknya tahu apa yang harus dilakukannya, ia meremas dan mengocok pelan batang kontol aku dengan kasar dan tidak sabar.
Sementara tangan kanan aku memainkan memek-nya dan bibir aku melumat putingnya, tangan kiri aku mulai meraba kulit pahanya yang halus itu dan meremas-remas pantatnya yang seksi dan halus itu. Perlahan, memek-nya mulai basah dan aku mulai turun ke daerah selangkangannya sambil menciumi perutnya yang seksi dan mulai menjilati selangkangannya. ?ennnggghhhh,,,uuunnnggg?? lenguhan Tantri semakin liar saja. Sedangkan aku semakin betah memainkan tubuhnya, karena tubuhnya yang harum sehabis mandi.
Aku menjilati memek-nya yang masih rapat dan bersih itu pelan dengan membuka bibir memeknya menggunakan jempol dan telunjuk kanan. Pelan, dari bawah ke atas, kemudian lidah aku memutari bibir memeknya sehingga desahan-desahan Tantri semakin liar dan kakinya melingkar di punggungku.
Aku tidak ingin memasukkan jari aku ke dalam memek-nya, karena aku takut dia masih perawan. Akung ?kan kalau aku memerawaninya dengan jari?
Setelah beberapa menit memainkan lidah aku, aku memutar badan aku dan menghadapkan kontol aku ke mukanya, sehingga posisi-nya menjadi 69. Tantri langsung menjilat-jilat kontol aku sambil memeganginya. Mbak, dihisap kontolnya? masukkan ke dalam mulut,? pinta aku kepadanya yang langsung di-iya-kan, karena ia langsung melahap kontol aku.
Setelah menghisap kontol aku, lalu aku memutar posisi untuk bersiap memasukkan kontol aku ke dalam memeknya. Dengan masih menciumi teteknya, aku mengambil bantal dan menyelipkan di bawah pinggangnya. Lalu dengan bertopang pada lutut dan tangan kiri, aku membimbing kontol aku ke arah memeknya yang telah menunggu.
Perlahan, kepala kontol aku menelusup ke dalam memeknya yang rapat dan berwarna kecoklatan itu.
Mbak, tahan sedikit ya? ini agak sakit,? kata aku membisiki kupingnya.
Dia hanya mengangguk pelan sambil memeluk punggungku dan mendesah-desah pelan.
aahhhh?uunnggghhhh…
Aku mulai mengayun pinggul aku supaya lebih mudah memasukkan kontol aku ke dalam memeknya. Sekali, dua kali, setengah kontol aku sudah masuk ke dalam memeknya. Mas, sakit? ennggghhhh?? Tantri melenguh sambil mencoba mendorong aku. Tapi aku sudah memegang pundaknya dan menahan dengan kuat.
Sebentar lagi, akung
Lalu dengan satu hentakan, akhirnya pertahanan Tantri jebol juga.
aaahhhhhhh?? Tantri setengah teriak, namun aku langsung menyumpal bibirnya dengan bibir aku supaya tidak terdengar sampai ke luar rumah.
Aku mendiamkan kontol aku terbenam di dalam memeknya, supaya ia terbiasa dengan kontol aku.
Pelan namun pasti, aku mulai mengayunkan pinggul aku dengan pelan,Tak lama, nampaknya Tantri sudah bisa menikmatinya. Terbukti erangannya sudah menyiratkan kenikmatan, sambil dia menggigit bibir bawahnya.

Aku menggoyangnya semakin keras, sampai aku memutar tubuhnya dan mengangkat pantatnya untuk menikmati gaya doggie. Pantatnya yang putih bersih aku elus, remas dan mulai aku masukkan lagi kontol aku ke dalam memeknya. Pelan, namun bentuk memeknya erotis sekali ketika aku mengeluarkan dan memasukkan kontol aku.
aaahhh…..uuuhhhh,…………ooohhh. Tantri terus melenguh.
Lalu aku membungkuk dan tangan kiri aku mulai meremasi teteknya yang menggantung saat dia menungging indah.
oohhh…akunggg……..memek kamu enak….ennnggghhh…. uuuuhhh….. oooouuu, kontol kamu………. ssshhhh? juga
Puas memainkan pantat dan teteknya, lalu aku menyuruhnya menaiki aku yang mengambil posisi tiduran.
Lalu dia naik dan memegang kontol aku sambil membimbingnya ke bibir memeknya.
Bleess…. kontol aku masuk dengan gemilang dan aku merasa nikmat tiada tara.
uuuhhh,,,, aacchhh terusin goyanganmu, akung……..
Lalu dia menggoyang semakin liar, dan tampak dia menjatuhkan tubuhnya ke dada ku dan menegang sambil meremas rambutku.
….Mas, aku mau keluarrrr……..
….eessshhh…. iya, keluarin semua akung……..
Tak lama ia lemas dan kembali aku memutar tubuhnya dan aku menggejotnya semakin liar.
….Akungg…. mas juga mau keluar….
Semakin cepat dan saat mau keluar, aku menarik batang kontol aku keluar dan memuntahkan air mani aku di atas perutnya.
Aku mengeluarkannya di luar demi menjaga supaya dia tidak hamil. Akhirnya aku pun terkulai berbaring di sebelahnya.
….Terima kasih ya, Mbak……..
….Iya, Mas. Aku juga senang koq…..
Hanya butuh waktu beberapa saat kemudian, aku segera berpakaian dan melumat bibir manisnya sekali lagi sebelum masuk ke kamar mandi dan mencuci barang pusakaku.
Dan sejak saat itu, aku dan Tantri sering berhubungan sex. Bisa di kamar dia, kamarku, kamar dia, kamar mandi, bahkan di dapur saat ia sedang memasak, atau saat dia sedang menungging mengepel lantai. Namun, asiknya ngentot Tantri hanya bisa kurasakan selama satu tahun, karena dia harus membantu orang tua di ladang dan kembali ke kampung halamannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CeritaDewasah © 2017