Baca Cerita Dewasa - Nikmatnya Nge-Seks Dengan Mahasiswi Di WC Kampus

Nikmatnya Nge-Seks Dengan Mahasiswi Di WC Kampus

Cerita Dewasa Mahasiswi

Cerita Dewasa Mahasiswi

Cerita Dewasa Mahasiswi – Perkenalkan, aku seorang mahasiswa yang sedang menjalani semester 6 di sebuah perguruan tinggi di Bandung. Usiaku 20 tahun. Aku termasuk sosok yang santai di lingkungan kampus. Ga kuper sih, tapi ga terlalu gaul juga. Aku anak satu-satunya dan berasal dari keluarga lumayan secara finansial. Di kampus, aku oleh teman-temanku ianggap sebagai mahasiswa yang ga banyak omong.

Aku termasuk cowok yang kesulitan bergaul dengan gadis, sehingga aku tidak memiliki teman gadis. Entah kenapa, sepertinya susah mendekati gadis. Namun di balik itu, aku mempunyai nafsu seks yang besar, sangat mudah terangsang jika melihat gadis yang lumayan menarik, apalagi memakai pakaian ketat. Jujur saja, kalau sudah begitu pikiranku pasti mengkhayal sedang melakukan persetubuhan dengan sosok gadis itu. Onani sering kulakukan jika hasratku sudah meledak tak tertahankan.

Wajar kulakukan itu karena aku ga tahu harus menyalurkannya kemana. Sifatku yang peniam ternyata membuat para gadis di kampusku penasaran, kayaknya mereka ingin mengenalku lebih banyak. Namun karena aku memang susah bergaul dgn gadis, jadinya tidak ada yang menghampiriku. Padahal temanku pada bilang kalau aku memiliki wajah yang mayan ganteng (serius, ga bohong!), kulitku bersih, rambuntuku tertata rapi,dan tinggiku mencapai 170 cm.

Ketika ku melewati koridor kampus, perasaanku sih ada beberapa mahasiswi yang melirik-lirik diriku, tapi ku selalu cuekin saja, toh aku tak berani mendekati mereka. Namun yang kutahu ada seorang gadis yang sepertinya memang iam-iam menyukaiku, hal itu aku tahu dari teman baikku. Pernah kuminta temanku menunjukkan gadisnya, dan ternyata cocok dengan seleraku. Tinggi tubuhnya hampir menyamaiku denganku, rambut panjang, kulit putih bersih, wajah cakep tentunya, ukuran toketnya juga pas dengan seleraku, dan badannya berlekuk menggoda.

Sebut saja namanya Bella (samaran). Sejak saat itu tiap kali aku melihatnya, aku sering berpikiran kotor, yaitu membayangkan ku bisa menikmati tubuhnya. Sebaliknya jika ia melihatku, sikapnya biasa-biasa saja, meskipun aku tahu sebenarnya ia menyukaiku. Pada suatu hari yang tak terduga olehku, seolah-olah keinginanku dikabulkan (masa?). Saat kuliah usai pada jam 19.00 sore, selepas keluar ruangan aku hendak untuk mencuci muka, sekedar menyegarkan diri. Aku menuju WC kampus yang kebetulan letaknya agak menyendiri dari ‘peradaban’ kampus.

Sampai disana aku mendapati beberapa orang yang juga akan mempergunakan kamar mandi. Selagi menunggu giliran, aku ingin buang air kecil dulu, tapi kamar mandi sedang dipakai. Praktis aku urungkan saja. Begitu tiba giliranku, aku hendak menuju ke arah kran, tiba-tiba dari arah pintu kamar mandi yang tertutup tadi keluarlah seorang gadis yang selama ini kusukai dan ia juga mengincarku. Aku sangat tekejut melihatnya, sikapku hampir salah tingkah, begitu pun dengan ia. Kami saling bertatapan mata dan teriam beberapa saat. Kemudian ia sedikit tersenyum malu-malu.

Kok ia ada disini sih?, Pikirku. Akhirnya aku memberanikan diri untuk memulai percakapan. ‘La, ngapain elo masuk ke WC cowok?’ tanyaku penuh rasa heran. ‘Ehhhh.. itu.. ehmmm.. tempat gadis penuh semua, makanya gue ke sini..’ ‘Emang yang di lantai bawah juga penuh?’, tanyaku. Padahal dalam hatiku merasa mendapat peluang emas. ‘Iya. Emang kenapa? Boleh dong sebentar doang.. lagi pula ‘kan sekarang udah nggak ada orang, ya kan..?’, jawab Bella rada genit.

Aku pun tidak mau kalah. ‘Tapi kan gue cowok, elo nggak malu?’, gantian aku membalasnya. ‘Kalo elo, gue emang nggak keberatan kok.., untungnya cuman tinggal elo dong yang ada di sini, daripada yang laen..’, jawab Bella. Denger jawaban kayak gitu, aku malah jadi tambah bengong. Gila.. kayaknya emang lagi dikasih kesempatan nih! Pikirku. Tiba-tiba ia menyerobot posisi gue yang dari tadi udah berdiri di samping kran. ‘Sorry yah, gue duluan, habis elo bengong aja sih..’, katanya. Rupanya ia juga mau mencuci muka.

Selama ia mencuci muka, aku seperti orang bingung. Kadang-kadang aku mencuri pandang ke arah bagian yang terlarang. Posisinya yang sedang membungkuk membuat pantatnya yang berisi menungging ke arah selangkanganku. Ditambah lagi CD-nya yang berwarna krem terlihat olehku. Lama kelamaan aku menjadi terangsang, kontolku mulai tegang tak keruan. Langsung saja di pikiranku membayangkan kontolku kumasukkan ke dalam memeknya dari belakang pada posisi seperti itu.

Entah apa yang merasuki pikiranku, aku berniat untuk menyetubuhinya di WC ini, sebab hasratku sudah tak tertahankan. Aku tak peduli ia keberatan atau tidak. Pokoknya aku harus ngentot dengan ia, apapun caranya. iam-iam aku berdiri di pintu keluar, mengamati keadaan. Aman pikirku, tak ada seorang pun. Jadi aku bisa leluasa melaksanakan niat bejatku. Saat ia menuju pintu keluar, dari jauh aku sudah melihat senyumannya yang merangsang birahiku.

Sepertinya ia memang sengaja menarik perhatianku. Tiba-tiba dengan cepat kupalangkan tanganku di depannya, sehingga ia menghentikan langkahnya. ia melihatku seakan- akan mengerti maksudku. ‘Buru-buru amat La, emang elo udah ada kuliah lagi?’, tanyaku. ‘Enggak kok, gue cuman pengen istirahat di sini aja’, jawabnya. Aku tak menanggapinya, dengan cepat aku segera menutup dan mengunci pintu dari dalam. Melihat sikapku, Bella mulai menatapku dalam-dalam. Dengan perlahan kudekati ia.

Kutatap kedua matanya yang indah. ia mulai bereaksi, perlahan ia juga mulai mendekatiku, sehingga wajah kami berdekatan. Aku mulai merasa bahwa ia juga merasakan hal yang sama denganku. Nafasnya juga semakin memburu, seolah-olah ia mengerti permainan yang akan kulakukan. Mulutnya mulai terbuka seperti akan mengatakan sesuatu, namun ia keburu mengecupku dengan lembut. Perasaanku saat itu tak menentu, sebab baru kali inilah aku dicium oleh seorang gadis.

Dengan spontan aku pun membalasnya dengan mesra. Aneh, meskipun aku belum pernah melakukannya, otomatis aku tahu apa yang harus mesti kulakukan. Apalagi aku juga sering melihat di film BF. Kami saling bermain lidah cukup lama, sampai kami kesulitan bernafas. Kedua bibir kami berpagut sangat erat. Desahan Bella membuatku semakin hot menciumnya. Aku mulai menggerakkan tanganku menuju ke pantatnya, kuraba dengan lembut, dan dengan gemas kuremas pantatnya. Kemudian aku mencoba untuk mengusap bagian memeknya.

Kugosok-gosok sampai ia mengerang kenikmatan. Aku panik kalau erangannnya terdengar ke luar. Setelah kuberi tahu ia mengerti dan mengecup bibirku sekali lagi. Usapanku membuat cairan memeknya membasahi celananya. Karena ia memakai celana bahan, maka cairannya juga membasahi tanganku. ‘Ssshhtt.. gilaa.. enak banget.. ehmmm..’, desah Bella. Aku melepaskan ciumanku dan berpindah menciumi lehernya yang putih mulus. Lehernya yang harum membuatku makin gencar menciumi lehernya.

Mata Bella terlihat mendelik dan menengadahkan mukanya ke atas merasakan kenikmatan. Tangannnya mulai berani untuk meremas kontolku yang keras. Enak sekali pijitannya, membuat kontolku semakin berdenyut- denyut. Aku berhenti menciumi lehernya, aku mulai meraba-raba toketnya yang sudah mengeras. Bella mulai membuka kaosnya, dan memintaku untuk memainkan kedua toketnya. Kuraba-raba dengan lembut, dan sesekali kuremas sedikit. Merasa masih ada penghalang, kubuka BH-nya yang berwarna putih.

Benar-benar pemandangan yang sangat indah, toketnya yang berukuran sedang, putih mulus, dan putingnya merah kecoklatan terlihat menantang seperti siap untuk dikemot. Langsung saja aku sedot susunya yang kenyal itu. Bella menggelinjang kenikmatan dan memekik. Aku tak peduli ada orang yang mendengar. Rupanya ia senang menyemprotkan parfum ke dadanya, sehingga terasa lebih nikmat mengulum toket harum. Aku benar-benar menikmati toket Bella dan aku ingin mengemoti toket Bella sampai ia menyerah.

Kujilat putting susunya sampai putingnya berdiri tegak. Kulihat Bella seperti sudah di awang-awang, tak sadarkan diri. Tangan Bella mulai membuka ritsleting celana gue dan berusaha mengeluarkan kontol gue yang sudah keras sekali. Begitu semua terlepas bebaslah kontol gue menggantung di depan mukanya yang sebelumnya ia telah mengambil posisi jongkok. ia kocok-kocok kontol gue, sepertinya ia sedang mengamati dahulu. Lalu ia mulai mencium sedikit-sedikit.

Kemudian ia mencoba membuka mulutnya untuk memasukkan kontolku. Pertama hanya 1/4 nya yang masuk, lama-lama hampir seluruh kontolku masuk ke mulutnya yang seksi, kontolku sama sekali sudah tak terlihat lagi. Lalu ia mulai memaju mundurkan kontolku dalam mulutnya. Sedotan dan hisapannya sungguh luar biasa, seperti di film BF. Aku menahan rasa geli yang amat sangat, sehingga hampir saja aku mengeluarkan maniku di dalam mulutnya.

Belum saatnya, pikirku. Aku ingin mengeluarkan maniku di dalam memeknya. Maka aku memberi tanda agar Bella berhenti sebentar. Aku berusaha menenangkan diri sambil mengusap-ngusap toketnya. Setelah rileks sedikit, Bella mulai melanjuntukan permainannya selama kurang lebih 10 menit. Bella sempat menjilat cairan bening yang mulai keluar dari ujung kontolku dan menelannya. Bella kemudian bangkit untuk melepaskan celana panjangnya, ia juga melepaskan CD-nya yang berwarna krem.

Aku mengambil posisi jongkok untuk menjilati memeknya dahulu, agar licin. Kubuka pahanya lebar-lebar. Terlihatlah memek Bella yang sangat bersih, berwarna merah, lipatannya masih kencang, tak tampak sehelai bulu satu pun. Sepertinya Bella memang pandai merawat kewanitaannya.

Aku mulai menjulurkan lidahku ke memeknya. Aku sempat berpikir bagaimana kalau di memeknya tercium bau yang tidak sedap. Ah, bodo amat aku sudah bernafsu, aku tahan nafas saja. Kubuka belahan memeknya. Lalu kujilat bagian dalamnya. Tapi ternyata koq baunya tidak seperti yang kubayangkan sebelumnya. Memek Bella tidak berbau kecut, tapi juga tidak berbau harum, bau memek alami.

Justru bau yang alami seperti itulah yang membuatku makin bernafsu serasa ingin melumatnya semua ke dalam muluntuku. Aaaahhh..Bella benar-benar pandai merawat memeknya. Sungguh beruntung aku. Aku terus menjilat-jilat memeknya yang mulai basah dengan cairannya. Bella terlihat sangat menikmati permainan ini. Matanya sayu, desahannya makin keras seraya menggigit bibir bawahnya. ‘Akkkhh.. ssstt.. uugh.. gilaa.. enak banget..’, desah Bella. Memeknya terasa hangat dan lembut. Betul-betuk memek ternikmat yang kurasakan. Kumasukkan jari telunjukku ke dalam memeknya sambil mengait-ngaitkan ke dinding memeknya.

Tentu saja Bella makin edan reaksinya, membuat semakin kelojotan nggak keruan. Sampai ia menjepitkan kedua belah pahanya hingga kepalaku terjepit di antara sepasang paha yang putih mulus, dan tangannya menjambak rambuntuku sampai aku sendiri merasa kesakitan. Cairan yang keluar dari memeknya sampai meleleh ke pipiku dan kepahanya. Sebagian sempat mengalir ke bibirku. Karena penasaran dengan selama ini yang kutahu, kucicipi cairan itu. Gila! Rasanya enak koq, agak asin. Langsung aja aku hisap sebanyak-banyaknya dari memeknya. Bella sempat risih melihat perbuatanku.

Namun aku cuek saja, sebab ia tadi juga melakukan hal yang sama pada kontolku. Tiba-tiba Bella mendorong kepalaku dari memeknya. Kayaknya ia sudah nggak kuat lagi. ‘Masukin dong punya elo, gue udah nggak tahan nich.. ayo dong sayyyy..’, pinta Bella dengan suara mendesah. Aku sempat tertegun sejenak, sebab sama sekali aku belum pernah melakukannya. ‘Ayo cepat dikit dong..’, katanya sambil memandangku yang tertegun sejenak. Dengan bermodal nekat dan pengetahuan dari film BF, gue turutin saja permintaan Bella. Kuangkat satu kakinya ke atas bak mandi, sehingga posisi memeknya lebih terbuka.

Memeknya sudah basah sekali oleh cairan sehingga terlihat mengkilat. Hal itu makin membuatku bernafsu untuk memasukkan kontolku ke memeknya. Kuelus- elus dahulu kepala kontolku ke bibir memeknya. Kudorong kontolku perlahan.. masuk sedikit demi sedkit.. Pantatku terus kudorong, terasa sebagian kepala kontolku sudah masuk ke lobang memek Bella yang sudah basah dan licin tapi terasa sempit banget. Dalam hati aku beruntung juga bisa ngerasain sempitnya memek perawan.

Kucoba kugesek dan menekan perlahan sekali lagi. Kontolku sudah masuk setengahnya, namun masih terasa sempit sekali. Tubuh Bella sempat tersentak ketika kontolku sudah masuk seluruhnya. ‘Auuww.. sakitt.. pelann.. ssstt..’, Bella sedikit menjerit. Kutarik kontolku keluar, lalu kudorong lagi sekuat tenaga. Aku sengaja membiarkan kontolku menancap di dalamnya beberapa saat agar memek Bella terbiasa menerima kontolku. Kemudian barulah aku memulai gerakan maju mundur. Terasa kontolku bergesekan dengan dinding memek yang bergerinjal-gerinjal.

Jadi ini toh yang dinamakan bersetubuh, pikirku dalam hati. Kontolku terasa agak perih dijepit oleh memeknya, tapi tetap kuteruskan, aku tak mau kehilangan kesempatan berharga ini. Tampaklah pemandangan indah ketika kontolku keluar masuk memek Bella. Kontolku sudah tidak terasa perih lagi, malah sebaliknya, terasa geli ngilu enak. Bella semakin tidak jelas rintihannya, seperti orang menangis, air matanya meleleh keluar. Mulutnya menggigit bibirnya sendiri menahan sakit. Aku sempat kasihan melihatnya.

Mungkin aku sudah keterlaluan. Kucoba berbicara padanya sambil kedua pinggul kami menghentak-hentak. ‘Ke.. napa.. La.. ehhgg.., elo.. pe.. ngen udahannn..?’, tanyaku. ‘Ja.. ngan dilepas.. terussinnn.. aja.. gue.. nggak.. apa.. apa.. kok.. sstt..’, kata Bella.Goyangan pinggul Bella sangat luar biasa, hampir aku dibuat ngecret sekali lagi. Kutarik kontolku keluar dan kuiamkan beberapa saat. Setelah itu aku minta ganti posisi, aku ingin ngentotin ia dari belakang. Bella berpegangan pada pintu kamar mandi, sedangkan pantatnya sudah menungging ke arahku. Dalam posisi itu lipatan memeknya terlihat lebih jelas.

Tanpa basa-basi lagi kumasukkan saja kontolku dengan hentakan yang kuat. Kali ini lebih lancar, sebab memeknya sudah terbiasa menerima kontolku. Kali ini gerakan Bella lebih hot dari sebelumnya, ia mulai memutar- mutar pantatnya. Setiap gerakan pantatnya membuat kontolku sangat geli luar biasa.. kontolku berdenyut-denyut seperti ingin memuntahkan lahar yang panas..aku merasa tak tahan lebih lama lagi. Tapi aku tak ingin mengecewakan Bella, aku pun berusaha mengimbangi permainannya. Aduhhhh srr.., ada cairan licin kembali keluar dari kontolku. Cairan itu makin menambah licin dinding memek Bella.

Aku benar-benar merasakan kenikmatan persetubuhan ini. Aku makin tenggelam dalam kenikmatan bersetubuh dengan Bella, sungguh aku tak akan melupakannya. Tubuh kami terlihat mengkilat oleh keringat kami berdua. Toket Bella bergoyang-goyang mengikuti irama gerakan kami, membuatku makin gemas untuk meremasnya dan sesekali kukemot sampai ia memjerit kecil. Memek Bella makin berbusa akibat kocokan kontolku. Aku merasakan sesuatu yang tak tertahankan lagi.

Aku makin pasrah ketika kenikmatan ini menjalar dari buah zakar menuju dengan cepat ke arah ujung kontolku. Seluruh tubuhku bergetar hendak menerima pelepasan yang luar biasa. ‘Laaaa.. gue udah mau keluar.. nihh.. Elo.. masih.. lama.. nggak..?’, rintihku. ‘Sa.. bar.. se.. bentarrrr.. sayaangg.. sama.. samaaa.. gue.. juga.. hampir.. keluarrr.. oohhh.. ahhhggghh..’, pantatnya menekan kontolku dengan kuat. Mukanya berusaha menengok ke arahku berusaha mengulum bibirku. Kudekatkan bibirku agar ia bisa mengulumnya.

Bersamaan dengan itu.. ‘Aaaahhhh..’ Kontolku menyemprotkan air mani ke dalam lobang memeknya berkali-kali. Sampai cairan putih itu meleleh ke pahanya dan sempat menetes ke lantai. Tak kusangka banyak sekali spermaku yang berlumuran di memeknya. Bella berjongkok memegang kontolku. Lalu ia menjilat dan mengulum kontolku yang masih berlumuran sperma. ia menelan semua spermaku sampai kepala kontolku bersih mengkilat. ia kelihatan tersenyum bangga. Bella kembali berdiri memandangi penuh kepuasan.

Tubuh Bella terjatuh lemas membebani tubuhku, badannya bergetar merasakan orgasme. Bella memandangku tersenyum, disertai dengan nafas yang masih terengah-engah. Kami pun berpelukan dalam tubuh penuh keringat dengan alat kelamin kami masih saling menyatu. Bibir kami saling mengecup dengan mesra, sambil memainkan bagian-bagian sensitif. Kami membersihkan diri bersama sebelum beranjak keluar WC. Selama kami mandi kami saling mengutarakan sesuatu hal. Iseng-iseng aku bertanya mengapa ia mau menerima perlakuanku barusan.

Ternyata Bella mengatakan bahwa selama ini ia sudah lama menyukaiku, namun ia tidak berani mengungkapkannya, sebab malu dengan teman-temannya. Aku sempat tertegun mendengarnya. Kemudian aku juga mengatakan bahwa aku juga suka padanya. Seakan ia tak percaya, tetapi setelah kejadian tadi kami menjadi saling menyayangi. Kami kembali berpelukan dengan mesra sambil saling mengecup bibir. Aku sempat khawatir kalau Bella hamil, sebab aku mengeluarkan spermaku di dalam memeknya. Aku tidak mau menikah, aku belum siap jadi seorang ayah.

Biarlah, kalaupun Bella hamil, aku sudah mempersiapkan sebuah rencana. Lagipula kami bersetubuh cuma sekali saja, jadi kemungkinan ia untuk hamil kecil kesempatannya. Selesai mandi aku menyuruh Bella keluar terakhir, aku keluar duluan agar dapat mengamati situasi. Setelah tak ada seorangpun, barulah Bella keluar, kemudian kami pergi berlawanan arah dan bertemu lagi di suatu tempat. Sampai saat ini aku masih berhubungan baik dengan Bella, cuma kami belum mengulang lagi kegiatan seks tersebut. Beberapa minggu setelah pengalaman itu, aku mendengar fakta dari teman-temannya bahwa Bella itu sebenarnya gadis yang haus seks.

Ia juga sering bersetubuh dengan banyak pria, baik dari kalangan mahasiswa hingga om-om. Makanya aku sempat curiga waktu kami berhubungan badan dulu, karna meskipun memeknya terasa rapat seperti perawan, namun aku tidak melihat bercak darah dari lubang memeknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CeritaDewasah © 2017